Cinta dalam jualan emosi televisi
Layar kaca kini sedang dalam tren reality show yang begitu laris ditonton pemirsa. Tayangan yang menyajikan drama melankolik yang berkedok kisah nyata ini sangat menyita perhatian penonton, terutama kaum hawa. Setiap hari di hampir semua channel ada tayangan mengharu biru seperti ini. Walaupun setiap hari ditayangkan dan ada beberapa episode yang diulang, penonton tidak pernah bosan memelototi akting para artis dadakan ini. Sebenarnya ada apa dengan masyarakat televisi kita???
Emosi telah menjadi jualan yang laris manis dan menarik banyak sponsor iklan. Kisah tentang percintaan, pengkhianatan dan sebagainya selalu mewarnai acara-acara ini. Benarkah cinta memang sudah tergadaikan? Mengapa imej kisah percintaan di televisi selalu rumit dan dipersulit lagi dengan deraian air mata?
Benarkah cinta hanya seperti itu?
Tayangan seperti boleh jadi dapat memeperkeruh hubungan setiap pasangan yang menyaksikannya. Bagaimana cinta sejati dihadapkan pada pengkhianatan adalah yang kemudian menghipnotis penonton, terutama kawula muda yang sedang menjalani cintanya. Alhasil, banyak ditemui di lingkungan kita hubungan cinta yang mirip-mirip dengan apa yang tergambar di televisi.
Kualitas cinta sebagai sesuatu yang agung telah tergerus oleh arus kapitalis penjual emosi. Kenyataannya, cinta kini seringkali dimaknai dangkal oleh generasi muda. Bagaimana cinta hadir dan kemudian pudar dalam sekejap. Bagaimana cinta kemudian saling tumpang tindih dengan hasrat sesaat. Semuanya melanda dalam gelombang penghancuran jati diri generasi kita.
Cinta sejati timbul dari fitrah hati.
Cintailah seseorang karena Allah dan kemudian hiduplah dalam indahnya cinta…
PEMBATALAN HASIL PEMILU 1991 DAN DAMPAKNYA TERHADAP TERCIPTANYA KONFLIK
BERSENJATA DI ALJAZAIR
-
Eldhianto Maulana Jusuf 07/254148/SP/22202 M Reza Zafiruddin S.
08/265267/SP/22667 Muhamad Rizki Akbar 09/282584/SP/23517 Nadya Primahafni
A 09/280412/SP/2...
15 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar