Senin, 30 November 2009

Saatnya MAN 1 Wates Berjaya!!!

Oleh: Riza Dwi Nur Annisa

Mengapa Anda bersekolah di MAN 1 Wates? Mengapa masyarakat masih banyak yang menggugat status madrasah kita ini? Mengapa seolah madrasah hanya menjadi tempat pelarian bagi siswa yang tidak mampu masuk sekolah favorit? Pertanyaan tersebut seringkali muncul dan mengusik kita. Bersekolah di MAN 1 Wates dan madrasah lain di Kulon Progo memang belum menjadi pilihan favorit masyarakat. Mungkin, saat ini Mantessa hanya menjadi pilihan realistis bagi siswa yang merasa kurang mampu atau minder bersekolah di sekolah favorit.
Jika dibandingkan dengan SMA favorit di Kulon Progo, Mantessa sebenarnya cukup bisa bersaing. Terbukti dengan tingkat kelulusan 100% Ujian Nasional 2009 dan berbagai prestasi lomba yang telah diperoleh, MAN 1 Wates bukanlah Si Itik Buruk Rupa. Kualitas pelajar yang meningkat dari tahun ke tahun menjanjikan sebuah titik balik bagi kejayaan Mantessa. Bandingkan dengan, misalnya SMA 1 Wates. “Casello sedang meredup karena terlena akan kejayaannya, Mantessa punya momentum untuk bangkit dan menjadi sekolah papan atas di Kulon Progo, bahkan Yogyakarta.” Begitulah testimoni Lilik Prasaja, alumni 2009 Akselerasi SMA 1 Wates.
Madrasah di berbagai daerah malah bisa dikatakan lebih favorit daripada sekolah negeri. Berbagai nilai tambah madrasah menjadi pertimbangan orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya. Madrasah yang kaya akan nilai Islami menjadi sekolah ideal bagi generasi masa kini. Soal mengapa madrasah dipandang buruk itu hanya masalah stigma masyarakat yang sangat bisa dirubah. MAN 1 Wates sebagai ujung tombak Madrasah Aliyah di Kulon Progo tentu punya kesempatan yang sama untuk unjuk diri sebagai sekolah favorit.
Perbaikan harus dan akan terus dilakukan demi peningkatan kualitas pelajar kita. Persoalan mendasar adalah bagaimana meningkatkan kualitas di tengah semua keterbatasan. Mengingat kita masih kekurangan jumlah guru dan beberapa sarana prasarana penunjang pendidikan. Kompetensi siswa juga masih banyak yang perlu ditingkatkan. Namun, hal ini bukanlah sebuah mission impossible bagi kita semua. Perubahan ke arah yang lebih baik memang selalu mendapat tantangan yang tidak mudah. Bagaimanapun kita bisa menjalaninya dengan niat ibadah kepada Allah Swt.
Hal pertama yang harus dirubah adalah moral siswa itu sendiri. Bagaimana menyingkirkan pikiran sebagai siswa “kelas dua” dalam dunia pendidikan. Bagaimana membuang status “anak bodoh” yang disematkan diri sendiri dan menggantinya dengan semangat “aku bisa pintar!”. Karena jika masih ada anggapan rendah diri, segala upaya akan berujung pada keputusasaan. Percaya diri adalah kunci untuk memulai segala perubahan. Berpikiran terbuka akan meretas jalan terang atas upaya kita, tidak lupa dibarengi dengan tawwakal kepada Allah.
Oleh karenanya, diserukan kepada seluruh siswa MAN 1 Wates yang tercinta ini, “AYO TUNJUKKAN KALAU KITA MAMPU!!!”. Jangan biarkan diri Anda terpuruk dengan pandangan miring masyarakat kita. Justru ini menjadi cambuk untuk melecut semangat kita. Kita jawab kritik dengan kerja nyata, kita bungkam sinisme dengan prestasi. Atas ridha Allah Swt, mari kita perbaiki kualitas diri. Insya Allah, kualitas MAN 1 Wates akan meningkat jika setiap individu di dalamnya mau dan mampu memperbaiki diri. Semoga kita menjadi pelajar yang berprestasi dan mampu bersaing di masa depan, Amiin.
::: Penulis adalah Ketua OSIS MAN 1 Wates Periode 2009/2010 :::

Musabaqah

Persami MAN 1 Wates
31 Oktober – 1 November 2009

oleh: riza n lilik

Saudara-saudaraku, tibalah saatnya kita di perenungan. Buka sedikit pikiran dan hati kita untuk kembali merenungkan apa saja yang telah kita perbuat di dunia ini. Dimohon ketenangannya agar tidak mengganggu orang lain.
Tak terasa bagi Anda, lima belas tahun, lebih atau kurang, Anda hidup di dunia ini. Selama waktu itulah, tak terhitung nikmat Allah yang dilimpahkan untuk kita. dalam waktu yang telah Anda jalani inilah, nafas kehidupan terus dikaruniakan kepada Anda. Apa jadinya, jika nikmat tersebut dicabut dari Anda, semenit saja. Manusia sungguh, sangatlah lemah dan tak berdaya. Berapa banyak nikmat yang Anda lupakan untuk mensyukurinya? Berapa banyak keluhan yang keluar dari mulut dan hati Anda ketika sedikit saja cobaan menimpa? Renungkanlah, apakah Saudara lebih banyak bersyukur atau mengeluh.
Sebelum kita berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar,ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara. Sebelum kita mengeluh mengenai cita rasa makanan kita, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup kita, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke akhirat. Sebelum kita mengeluh tentang sodara-saodara kita , Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan mempunyai sodara, tetapi tidak mendapatnya. Sebelum kita bertengkar karena rumah kita yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai, Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan. Sebelum kita merengek karena harus bersepeda ke sekolah, Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama. Ketika kita lelah dan mengeluh tentang pekerjaan kita masing-masing, Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaan itu. Dan ketika kita pusing, bosan dan mengeluh tentang tugas-tugas dan sekolah Anda, ingatlah begitu banyak orang lain yang ingin bersekolah namun tidak bisa.
Bayangkan, Anda adalah salah satu orang yang beruntung dapat menikmati pendidikan hingga jenjang menengah atas. Sebuah hal yang mewah bagi saudara-saudara kita yang terpaksa harus meninggalkan bangku sekolah untuk mencari sesuap nasi. Tidakkah Anda bersyukur, tidakkah Anda merasa beruntung? Anda telah diberi kesempatan untuk menjadi lebih baik daripada orang lain. Namun, apakah Anda telah benar-benar memanfaatkan nikmat pendidikan ini? Kemanakah setiap ilmu yang Anda peroleh setiap harinya? Adakah sedikit saja yang mengendap di pikiran Saudara dan menjadi manfaat bagi kehidupan? Ataukah semua menguap, lenyap ditelan gaya hidup remaja yang serba menipu?
Menginjak masa remaja adalah sebuah masa yang sangat krusial bagi kehidupan seorang manusia. Terlebih lagi perkembangan zaman yang menawarkan banyak godaan bagi kemajuan kita. Mari kita sedikit renungkan diri kita dalam menjalani hidup ini. Jika SMS masuk kita cepat-cepat baca dan membalasnya, tapi kenapa saat waktu sholat sudah tiba kita tidak cepat-cepat melaksanakannya? Isi pulsa Rp 25.000 kita sanggup, tapi kenapa sadaqoh Rp 5.000 terasa berat sekali? Bila pulsa habis susah payah kita tebus, tapi kenapa kita tidak mau bersusah payah untuk menebus dosa-dosa yang telah kita lakukan? Saat kita mandi bermacam-macam lagu dinyanyikan, tetapi kenapa saat akan makan baca ”BISMILLAH” pun kita sering lupakan?
Inilah keseharian kita sebagai remaja masa kini. Hidup serba dimanjakan oleh kemajuan zaman, yang terkadang jauhkan kita dari Sang Khaliq. Tantangan untuk menjadi remaja yang baik, Islami, terpelajar dan berpikiran maju semakin besar. Irama kehidupan yang penuh kemalasan dan keengganan untuk berubah inilah yang terus akan menghancurkan masa depan Anda. Sampai kapan Anda akan terlena dalam masa remaja?
Hidup di dunia ini tentulah banyak yang telah Anda lalui. Berangkat dari rahim ibu, Anda tumbuh dan belajar sebagai manusia. Anda diasuh dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tua Anda. Sesuatu yang mungkin Anda lupakan dalam setiap sujud lima waktu Anda, bahwa kasih sayang mereka tulus dari dalam hati. Bahwa dalam setiap nafas mereka terdapat do’a untuk Anda. Do’a agar Anda menjadi anak yang sholeh dan sholehah, anak yang baik, pintar, berbakti kepada kedua orang tua, dan beribu-ribu do’a dan harapan lain untuk Anda. Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa, maka doa ibumu jauh lebih mustajab.
Siang malam orang tua Anda memeras keringat untuk memenuhi semua kebutuhan Anda. Rezeki yang seringkali harus ditebus dengan susah payah. Lelah dan sakit badan, pusing pikiran dan kurang istirahat. Semua itu tidak pernah bapak dan ibu Anda sesalkan demi melihat anaknya bahagia, tercukupi kebutuhannya dan menempuh pendidikan demi cita-citanya. Sungguh besar yang kedua orang tua Anda lakukan hanya dalam lima belasan tahun hidup Anda ini. Kasih sayang dan segala yang mereka berikan akan terus bertambah seiring Anda tumbuh dewasa. Jika hal ini bisa dihitung sebagai hutang, berapa banyak yang harus Anda lunasi kepada mereka? Sungguh tiada pamrih yang keluar dari hati kedua orang tua Saudara, semuanya hanya untuk anaknya tercinta.
Pernahkah Anda berpikir telah mengkhianati kasih sayang mereka? Ingatlah berapa banyak Anda berbohong kepada orang tua Anda. Berapa banyak Anda sakiti hati mereka dengan perkataan dan sikap yang tidak pantas? Pernahkah Anda sampai hati membuat ibu Anda menangis?
Ingatlah kembali saat-saat Anda mensia-siakan waktu belajar Anda. Berapa kali Anda bolos sekolah, berapa kali perasaan malas muncul. Berapa kali kesenangan mengalahkan shalat dan ibadah lain? Apakah semua itu yang diinginkan kedua orang tua Anda? Apakah Anda telah menjadi anak seperti yang diharapkan kedua orang tua Anda?
Beberapa dari Anda mungkin pernah berbuat yang keterlaluan kepada orang tua. Membangkang dan tidak menganggap keberadaan mereka. Mungkin ada pula yang menganggap orang tua sebagai sapi perahan yang hanya dimintai uangnya saja. Tidakkah Anda takut menjadi anak yang durhaka? Ingatlah bahwa mereka telah cukup bersabar dengan Anda. Seandainya mereka melaknat, Allah pun melaknat.
Segeralah bertobat dan meminta maaf secara tulus kepada kedua orang tua, terutama ibu Anda. Mohonlah do’a dan restu mereka untuk Anda menempuh kehidupan yang baik. Janganlah menunggu Idul Fitri kembali datang. Siapa tahu sepulang Anda dari persami ini, malaikat maut telah berkunjung ke pembaringan bapak atau ibu Anda. Maka hilanglah semua kebanggaan Anda sebagai remaja, semua berganti sesal yang tak berujung.
Kembali kepada diri Anda sebagai seorang remaja.
Masa-masa ini sangatlah penting bagi tahapan kehidupan Anda berikutnya. Namun, berapa banyak waktu yang Anda sia-siakan untuk memburu kesenangan singkat? Pacaran, kenakalan remaja, malas-malasan, hura-hura. Apakah semua hal itu telah mengalahkan masa depan Anda? Sebegitu pentingkah itu semua, ya atau tidak Anda sendiri yang menentukan. Bagaimana Anda mengolah semua warna kehidupan remaja sebagai roket pendorong untuk melesat meraih mimpi dan cita-cita Anda?
Hidup di dunia fana ini teramat singkat untuk dilewatkan dengan kesia-siaan. Penyesalan hanya akan datang jika masa remaja ini telah kita tinggalkan. Bagaimana kemudian kita terperangah dan panik dengan kehidupan nyata yang membentang luas. Bagaimana kemudian kita lalu teringat semua kesia-siaan yang kita lakukan semasa remaja. Sesal menjadi tak berarti lagi, waktu tidak akan berulang kembali.
Kesia-siaan tidak hanya akan berdampak di dunia ini. Alam akhirat pun menerima akibat dari perbuatan kita. Apakah selama ini kita sudah menjadi pemuda yang sholeh dan sholehah, yang berbakti kepada kedua orang tua, yang baik di mata Allah? Kebanyakan Saudara akan berpikir bahwa, toh masih banyak waktu untuk perbaiki itu semua. Namun, sadarkah Saudara bahwa umur manusia itu tidak bisa kita tebak. Bagaimana jika Allah tidak memberi kita kesempatan sepanjang itu? Bagaimana jika di tengah kesenangan masa remaja ini Anda diambil dari dunia ini? Sesalkah? Bahagiakah? Mungkin Anda baru mengerti jika maut terasa begitu dekat dengan Anda.
Allah telah memperingatkan manusia tentang pentingnya waktu, waktu dan waktu. Begitu berharganya waktu bagi manusia. Bayangkan Anda penderita leukemia yang divonis hanya mampu hidup maksimal tiga bulan lagi. Bayangan kematian benar-benar nyata membentang di depan mata. Anda harus siap meninggalkan dunia ini sewaktu-waktu. Saat dihadapkan pada kenyataan seperti inilah kita baru tersadar akan begitu berharganya waktu. Mungkin kita bukan pialang saham, penjinak bom waktu, pelari cepat atau profesi apapun yang sangat mengargai waktu. Namun kita pun harus mulai belajar untuk menghargai waktu, sangat menghargainya.
Kini, saya ajak diri saya dan Anda semua untuk kembali merenungkan arti hidup kita selama ini. Mari bersama kita memohon kepada Allah dengan segala kerendahan hati. Kita berdo’a untuk segala kebaikan yang kita harapkan. Mari kita sujudkan hati kita di hadapan Allah Swt.
bismillahirrahmaanirrahiim ….

ya Allah … setiap nafasku adalah milik-Mu ya Allah …
setiap detik hidupku adalah milik-Mu ya Allah …
setiap senti dalam jasadku adalah milik-Mu ya Allah …
setiap sen pun dalam hidupku adalah milik-Mu ya Allah …
aku hanyalah hamba yang faqir …
sedikitpun aku tak berhak memiliki segala titipan-Mu..
begitupula dengan nyawa dalam tubuh kecil ini …

jikalau memang waktuku untuk bertemu Engkau semakin dekat
maka berilah aku kekuatan untuk memperbaiki diri sebelum aku menghadap-Mu
namun jikalau waktuku untuk menghadap-Mu adalah di saat hari tuaku
maka berilah aku kesempatan untuk menyambut hari tua itu dengan keberkahan amalku
namun jikalau malam ini Engkau memanggilku
maka tidak ada yang aku pinta, kecuali Engkau beri aku kesempatan untuk Mati Syahid di jalan-Mu …
mati Syahid dengan kematian yang terindah yang pernah ada,
yaitu dalam sujud syukur kepada-Mu …
ya Allah …. Yang Maha Mendengar segala do’a dan keluh kesah
sudah sekian kali aku menghadap-Mu , dalam penuh noda dan dosa
namun, sampai masa ini, Engkau masih memberikan kesempatan padaku …
kesempatan untuk memperbaiki diri …
walopun terkadang waktu yang Kau berikan itu aku sia-siakan
namun, selalu saja Kau berikan aku sedikit waktu untuk kembali …
janganlah Engkau panggil aku, ketika aku melalaikan kesempatan itu …
yaitu kesempatan untuk bertaubat kepada-Mu …

ya Allah ….
begitu inginnya aku membahagiakan kedua orang tuaku
begitu inginnya aku melihat senyuman kebanggaan mereka atasku…
di saat hari yang penuh dengan gejolak….

yaitu hari dimana Engkau meminta pertanggungjawaban atas setiap amalku
kuingin menghadiahkan segala cita-citaku untuk kebahagiaan mereka…
di saat manusia memerlukan pemberat amal bagi nya…
kuingin menjadi pemberat pahala kebaikan bagi kedua orang tuaku
bagi bapak dan ibuku …
sedikitpun aku tak pernah berpikir untuk mengecewakan hati mereka…
karena merekalah .. perantara-Mu untuk mengenal-Mu
untuk mengenal islam , mengenal iman, dan mengenal ilmu…


Kau ajarkan pada mereka ketulusan …
kau tancapkan dalam hati mereka keikhlasan
ketulusan untuk mengajarkan kepadaku arti kebahagiaan
kebahagiaan sejati , kebahagiaan ketika aku menghadap-Mu…

mereka telah mengajarkan kepadaku …
bagaimana bersyahadat atas-Mu dan Rasul-Mu
dan juga bagaimana sholat dan sujud menghadap-Mu

dan juga bagaimana menyampaikan keluh kesahku kepada-Mu
dalam setiap takdir yang Engkau berikan kepada-Ku…
mereka telah mendidikku ..
dengan ketulusan
dengan keikhlasan
dengan ketawadhu’an
tanpa menghadap pamrih siapapun kecuali Engkau

ya Allah …
Hapuskanlah segala dosa, kesalahan, dan kekhilafan bapak ibuku…
Mudahkanlah urusan dunia akhirat mereka
beratkanlah timbangan kebaikan mereka
masukkanlah mereka … kedalam golongan kanan-Mu..
dan kumpulkanlah aku,
seseorang manusia lemah .. bersama bapak ibuku dalam ridho-Mu
dalam kesejukan jannah Firdaus-Mu
bersama orang-orang Shalih ..
bersama para Nabi-Mu
bersama hamba-hamba-Mu yang selalu bersyukur dan bersabar …
atas segala takdir mu …

Berilah aku kesempatan …
menjadi anak yang shalih …
anak yang selalu menjadi cahaya bagi kedua orang tuaku…
baik di dunia maupun di akhirat …

takkan cukup do’aku kan membalas pengorbanan bapak ibuku
namun, berikanlah aku kesempatan untuk menjadi kunci Syurga bagi mereka …
jauhkan mereka dari api neraka
jauhkan mereka dari kehinaan dunia akhirat …
jauhkan mereka dari fitnah dunia dan akhirat …

ya Allah … masih panjang rangkaian do’aku untuk mereka
takkan cukup tulisan ini untuk menggambarkan dalamnya cintaku untuk mereka
namun, jadikanlah tulisan ini sebagai salah satu saksiku di akhirat nanti
yang menjadi bait-bait doa untuk mereka …


Ya Allah yang Maha Keras Siksa-Mu
jauhkanlah kami dari fitnah kubur dan fitnah dunia akhirat
jauhkanlah kami dari siksa-Mu yang maha dahsyat
jauhkanlah kami dari kehinaan dunia akhirat
jauhkanlah kami dari kelalaian untuk mengingat-Mu
Mengingat-Mu di setiap nafas kami
di setiap aktivitas kami
di setiap kesibukan kami
di setiap waktu kami …
Ku ingin menghadap-Mu dalam keadaan terbaik
mati syahid fi Sabilillah …
kabulkanlah ya Allah …
berilah hamba yang lalai ini kesempatan
kesempatan untuk menghadap-Mu
menghadap-Mu dengan penuh senyuman dan kebahagiaan

Amiin ya Rabbal ‘Alamiin…


Sekian renungan malam kita pada kesempatan ini. Semoga menjadikan kita insan yang lebih baik. Semoga Allah Swt mengabulkan segala do’a dan cita-cita kita. Semoga kebaikan dan keridhaan Allah menyelimuti hari-hari kita, amiin yaa rabal alamin.

Razia HP dan Privasi Siswa

Oleh: Riza Dwi Nur Annisa
Beberapa waktu lalu dilakukan razia Handphone (HP) yang cukup menghebohkan MAN 1 Wates. Bagaimana tidak, razia yang berlangsung mendadak selepas upacara bendera berlangsung serempak dan menyeluruh. Ratusan HP diperiksa oleh guru sepanjang hari itu. Hasilnya, banyak siswa yang terbukti memiliki konten-konten yang dilarang di HP mereka. Orang tua siswa pun diundang ke sekolah untuk menyelesaikan kasus HP anaknya yang bermasalah. Sedangkan siswa yang HP nya “bersih” bisa bernafas lega. Bersih bisa berarti sudah sempat dihapus atau malah ditinggal di rumah, dasar anak muda.
Kebijakan sekolah untuk menertibkan siswa tidak hanya tentang HP. Mulai dari penampilan yang harus mencerminkan keterpelajaran mereka hingga hal-hal lain yang bahkan mungkin dinilai sebagai ranah privat siswa. Mengapa sekolah sampai sejauh ini melangkah, tidak lain untuk menjaga akhlaq siswa. Hal ini merupakan bentuk pertanggungjawaban sekolah kepada orang tua siswa yang menitipkan anaknya menempuh pendidikan di sekolah kita tercinta ini. Dengan adanya razia semacam ini, dapat diketahui moralitas siswa dalam menggunakan HP. Konten triple-x yang mengancam perkembangan akhlaq siswa terbukti ada pada HP yang bermasalah. Hal ini mengundang keprihatinan sekaligus pemakluman bahwa siswa sekarang memang dihadapkan pada tantangan akhlaq yang sangat berat.
Privasi, apapun alasannya sebenarnya tidak boleh dilanggar. Seseorang yang privasinya dilanggar akan merasa tidak nyaman dan terbelenggu. Begitu pula sebenarnya kebijakan razia HP. Hal ini bahkan bisa menjadi kebijakan yang kontraproduktif bagi perkembangan siswa. Sekolah dengan terang-terangan mencoba masuk ke wilayah privat kehidupan siswa, salah satunya dengan razia HP. Bayangkan, berapa banyak hal yang semula menjadi rahasia kini diketahui oleh pihak sekolah. Sekolah seakan mempunyai kewenangan untuk mengaduk-aduk urusan pribadi siswa.
Kebijakan pembinaan akhlaq dan privasi siswa menjadi dua hal yang kontradiktif bagi sekolah. Di satu sisi sekolah ingin menegakkan akhlaq terpuji dan membina siswa. Di sisi lain sekolah berhadapan pada kenyataan bahwa HP telah menjadi barang yang amat pribadi. HP hanyalah salah satu hal yang bisa dijadikan parameter akhlaq siswa. Namun, penggunaannya yang berkembang luas akhir-akhir ini menjadikan HP sebagai komoditas yang tak terpisahkan dari kehidupan siswa. Hal ini yang menjadi alasan sekolah untuk melakukan investigasi terhadap moralitas siswa dalam menggunakan HP, yang dianggap berkorelasi dengan akhlaq siswa pada umumnya. Hasil dari investigasi ini menjadi input sekolah untuk merumuskan kebijakan lanjutan. Salah satunya adalah pemanggilan orang tua siswa yang bermasalah dan pembinaan terhadap siswa tersebut.
Jawaban yang dapat diberikan untuk memantabkan langkah pembinaan akhlaq adalah siswa belum bisa dianggap sebagai individu dewasa. Sehingga dalam perkembangannya sekolah berhak mengintervensi demi kebaikan siswa. Hal yang sama dapat dilakukan orang tua demi kebaikan anaknya. Privasi siswa dapat sedikit diabaikan demi perkembangan akhlaq yang baik. Sekolah telah mendapat amanah untuk mendidik siswa, sehingga wajar jika sekolah dapat memaksakan kehendak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Siswa rata-rata belum mampu berpikir kritis dan dewasa dalam menyikapi segala hal yang ada di kehidupan. Hal ini dapat menjadi celah yang dapat menjerumuskan siswa ke dalam keburukan.
Namun, sekolah seyogyanya tidak memojokkan siswa dengan masalah yang dialaminya. Hal yang menjadi rahasia siswa tidak boleh sampai menjadi konsumsi publik. Perlu ditekankan, bahwa siswa yang bermasalah bukanlah terdakwa yang terus dipersalahkan. Cap siswa bermasalah hanya akan membuat siswa menjadi enggan kembali ke jalan yang benar. Sekolah sebaiknya melakukan pendekatan personal kepada siswa. Pemberlakuan mekanisme punishment yang memojokkan siswa tidak akan berhasil merubah kepribadian siswa. Perlakuan yang salah kepada siswa hanya akan membawa pada masalah-masalah baru di masa depan. Penting bagi sekolah untuk terus berkoordinasi dengan orang tua siswa dalam memantau dan membina perkembangan siswa. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pembinaan demi kebaikan dan masa depan siswa.
::: Penulis adalah Ketua OSIS MAN 1 Wates Periode 2009/2010 :::