Persami MAN 1 Wates
31 Oktober – 1 November 2009
oleh: riza n lilik
Saudara-saudaraku, tibalah saatnya kita di perenungan. Buka sedikit pikiran dan hati kita untuk kembali merenungkan apa saja yang telah kita perbuat di dunia ini. Dimohon ketenangannya agar tidak mengganggu orang lain.
Tak terasa bagi Anda, lima belas tahun, lebih atau kurang, Anda hidup di dunia ini. Selama waktu itulah, tak terhitung nikmat Allah yang dilimpahkan untuk kita. dalam waktu yang telah Anda jalani inilah, nafas kehidupan terus dikaruniakan kepada Anda. Apa jadinya, jika nikmat tersebut dicabut dari Anda, semenit saja. Manusia sungguh, sangatlah lemah dan tak berdaya. Berapa banyak nikmat yang Anda lupakan untuk mensyukurinya? Berapa banyak keluhan yang keluar dari mulut dan hati Anda ketika sedikit saja cobaan menimpa? Renungkanlah, apakah Saudara lebih banyak bersyukur atau mengeluh.
Sebelum kita berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar,ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara. Sebelum kita mengeluh mengenai cita rasa makanan kita, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup kita, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke akhirat. Sebelum kita mengeluh tentang sodara-saodara kita , Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan mempunyai sodara, tetapi tidak mendapatnya. Sebelum kita bertengkar karena rumah kita yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai, Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan. Sebelum kita merengek karena harus bersepeda ke sekolah, Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama. Ketika kita lelah dan mengeluh tentang pekerjaan kita masing-masing, Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaan itu. Dan ketika kita pusing, bosan dan mengeluh tentang tugas-tugas dan sekolah Anda, ingatlah begitu banyak orang lain yang ingin bersekolah namun tidak bisa.
Bayangkan, Anda adalah salah satu orang yang beruntung dapat menikmati pendidikan hingga jenjang menengah atas. Sebuah hal yang mewah bagi saudara-saudara kita yang terpaksa harus meninggalkan bangku sekolah untuk mencari sesuap nasi. Tidakkah Anda bersyukur, tidakkah Anda merasa beruntung? Anda telah diberi kesempatan untuk menjadi lebih baik daripada orang lain. Namun, apakah Anda telah benar-benar memanfaatkan nikmat pendidikan ini? Kemanakah setiap ilmu yang Anda peroleh setiap harinya? Adakah sedikit saja yang mengendap di pikiran Saudara dan menjadi manfaat bagi kehidupan? Ataukah semua menguap, lenyap ditelan gaya hidup remaja yang serba menipu?
Menginjak masa remaja adalah sebuah masa yang sangat krusial bagi kehidupan seorang manusia. Terlebih lagi perkembangan zaman yang menawarkan banyak godaan bagi kemajuan kita. Mari kita sedikit renungkan diri kita dalam menjalani hidup ini. Jika SMS masuk kita cepat-cepat baca dan membalasnya, tapi kenapa saat waktu sholat sudah tiba kita tidak cepat-cepat melaksanakannya? Isi pulsa Rp 25.000 kita sanggup, tapi kenapa sadaqoh Rp 5.000 terasa berat sekali? Bila pulsa habis susah payah kita tebus, tapi kenapa kita tidak mau bersusah payah untuk menebus dosa-dosa yang telah kita lakukan? Saat kita mandi bermacam-macam lagu dinyanyikan, tetapi kenapa saat akan makan baca ”BISMILLAH” pun kita sering lupakan?
Inilah keseharian kita sebagai remaja masa kini. Hidup serba dimanjakan oleh kemajuan zaman, yang terkadang jauhkan kita dari Sang Khaliq. Tantangan untuk menjadi remaja yang baik, Islami, terpelajar dan berpikiran maju semakin besar. Irama kehidupan yang penuh kemalasan dan keengganan untuk berubah inilah yang terus akan menghancurkan masa depan Anda. Sampai kapan Anda akan terlena dalam masa remaja?
Hidup di dunia ini tentulah banyak yang telah Anda lalui. Berangkat dari rahim ibu, Anda tumbuh dan belajar sebagai manusia. Anda diasuh dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tua Anda. Sesuatu yang mungkin Anda lupakan dalam setiap sujud lima waktu Anda, bahwa kasih sayang mereka tulus dari dalam hati. Bahwa dalam setiap nafas mereka terdapat do’a untuk Anda. Do’a agar Anda menjadi anak yang sholeh dan sholehah, anak yang baik, pintar, berbakti kepada kedua orang tua, dan beribu-ribu do’a dan harapan lain untuk Anda. Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa, maka doa ibumu jauh lebih mustajab.
Siang malam orang tua Anda memeras keringat untuk memenuhi semua kebutuhan Anda. Rezeki yang seringkali harus ditebus dengan susah payah. Lelah dan sakit badan, pusing pikiran dan kurang istirahat. Semua itu tidak pernah bapak dan ibu Anda sesalkan demi melihat anaknya bahagia, tercukupi kebutuhannya dan menempuh pendidikan demi cita-citanya. Sungguh besar yang kedua orang tua Anda lakukan hanya dalam lima belasan tahun hidup Anda ini. Kasih sayang dan segala yang mereka berikan akan terus bertambah seiring Anda tumbuh dewasa. Jika hal ini bisa dihitung sebagai hutang, berapa banyak yang harus Anda lunasi kepada mereka? Sungguh tiada pamrih yang keluar dari hati kedua orang tua Saudara, semuanya hanya untuk anaknya tercinta.
Pernahkah Anda berpikir telah mengkhianati kasih sayang mereka? Ingatlah berapa banyak Anda berbohong kepada orang tua Anda. Berapa banyak Anda sakiti hati mereka dengan perkataan dan sikap yang tidak pantas? Pernahkah Anda sampai hati membuat ibu Anda menangis?
Ingatlah kembali saat-saat Anda mensia-siakan waktu belajar Anda. Berapa kali Anda bolos sekolah, berapa kali perasaan malas muncul. Berapa kali kesenangan mengalahkan shalat dan ibadah lain? Apakah semua itu yang diinginkan kedua orang tua Anda? Apakah Anda telah menjadi anak seperti yang diharapkan kedua orang tua Anda?
Beberapa dari Anda mungkin pernah berbuat yang keterlaluan kepada orang tua. Membangkang dan tidak menganggap keberadaan mereka. Mungkin ada pula yang menganggap orang tua sebagai sapi perahan yang hanya dimintai uangnya saja. Tidakkah Anda takut menjadi anak yang durhaka? Ingatlah bahwa mereka telah cukup bersabar dengan Anda. Seandainya mereka melaknat, Allah pun melaknat.
Segeralah bertobat dan meminta maaf secara tulus kepada kedua orang tua, terutama ibu Anda. Mohonlah do’a dan restu mereka untuk Anda menempuh kehidupan yang baik. Janganlah menunggu Idul Fitri kembali datang. Siapa tahu sepulang Anda dari persami ini, malaikat maut telah berkunjung ke pembaringan bapak atau ibu Anda. Maka hilanglah semua kebanggaan Anda sebagai remaja, semua berganti sesal yang tak berujung.
Kembali kepada diri Anda sebagai seorang remaja.
Masa-masa ini sangatlah penting bagi tahapan kehidupan Anda berikutnya. Namun, berapa banyak waktu yang Anda sia-siakan untuk memburu kesenangan singkat? Pacaran, kenakalan remaja, malas-malasan, hura-hura. Apakah semua hal itu telah mengalahkan masa depan Anda? Sebegitu pentingkah itu semua, ya atau tidak Anda sendiri yang menentukan. Bagaimana Anda mengolah semua warna kehidupan remaja sebagai roket pendorong untuk melesat meraih mimpi dan cita-cita Anda?
Hidup di dunia fana ini teramat singkat untuk dilewatkan dengan kesia-siaan. Penyesalan hanya akan datang jika masa remaja ini telah kita tinggalkan. Bagaimana kemudian kita terperangah dan panik dengan kehidupan nyata yang membentang luas. Bagaimana kemudian kita lalu teringat semua kesia-siaan yang kita lakukan semasa remaja. Sesal menjadi tak berarti lagi, waktu tidak akan berulang kembali.
Kesia-siaan tidak hanya akan berdampak di dunia ini. Alam akhirat pun menerima akibat dari perbuatan kita. Apakah selama ini kita sudah menjadi pemuda yang sholeh dan sholehah, yang berbakti kepada kedua orang tua, yang baik di mata Allah? Kebanyakan Saudara akan berpikir bahwa, toh masih banyak waktu untuk perbaiki itu semua. Namun, sadarkah Saudara bahwa umur manusia itu tidak bisa kita tebak. Bagaimana jika Allah tidak memberi kita kesempatan sepanjang itu? Bagaimana jika di tengah kesenangan masa remaja ini Anda diambil dari dunia ini? Sesalkah? Bahagiakah? Mungkin Anda baru mengerti jika maut terasa begitu dekat dengan Anda.
Allah telah memperingatkan manusia tentang pentingnya waktu, waktu dan waktu. Begitu berharganya waktu bagi manusia. Bayangkan Anda penderita leukemia yang divonis hanya mampu hidup maksimal tiga bulan lagi. Bayangan kematian benar-benar nyata membentang di depan mata. Anda harus siap meninggalkan dunia ini sewaktu-waktu. Saat dihadapkan pada kenyataan seperti inilah kita baru tersadar akan begitu berharganya waktu. Mungkin kita bukan pialang saham, penjinak bom waktu, pelari cepat atau profesi apapun yang sangat mengargai waktu. Namun kita pun harus mulai belajar untuk menghargai waktu, sangat menghargainya.
Kini, saya ajak diri saya dan Anda semua untuk kembali merenungkan arti hidup kita selama ini. Mari bersama kita memohon kepada Allah dengan segala kerendahan hati. Kita berdo’a untuk segala kebaikan yang kita harapkan. Mari kita sujudkan hati kita di hadapan Allah Swt.
bismillahirrahmaanirrahiim ….
ya Allah … setiap nafasku adalah milik-Mu ya Allah …
setiap detik hidupku adalah milik-Mu ya Allah …
setiap senti dalam jasadku adalah milik-Mu ya Allah …
setiap sen pun dalam hidupku adalah milik-Mu ya Allah …
aku hanyalah hamba yang faqir …
sedikitpun aku tak berhak memiliki segala titipan-Mu..
begitupula dengan nyawa dalam tubuh kecil ini …
jikalau memang waktuku untuk bertemu Engkau semakin dekat
maka berilah aku kekuatan untuk memperbaiki diri sebelum aku menghadap-Mu
namun jikalau waktuku untuk menghadap-Mu adalah di saat hari tuaku
maka berilah aku kesempatan untuk menyambut hari tua itu dengan keberkahan amalku
namun jikalau malam ini Engkau memanggilku
maka tidak ada yang aku pinta, kecuali Engkau beri aku kesempatan untuk Mati Syahid di jalan-Mu …
mati Syahid dengan kematian yang terindah yang pernah ada,
yaitu dalam sujud syukur kepada-Mu …
ya Allah …. Yang Maha Mendengar segala do’a dan keluh kesah
sudah sekian kali aku menghadap-Mu , dalam penuh noda dan dosa
namun, sampai masa ini, Engkau masih memberikan kesempatan padaku …
kesempatan untuk memperbaiki diri …
walopun terkadang waktu yang Kau berikan itu aku sia-siakan
namun, selalu saja Kau berikan aku sedikit waktu untuk kembali …
janganlah Engkau panggil aku, ketika aku melalaikan kesempatan itu …
yaitu kesempatan untuk bertaubat kepada-Mu …
ya Allah ….
begitu inginnya aku membahagiakan kedua orang tuaku
begitu inginnya aku melihat senyuman kebanggaan mereka atasku…
di saat hari yang penuh dengan gejolak….
yaitu hari dimana Engkau meminta pertanggungjawaban atas setiap amalku
kuingin menghadiahkan segala cita-citaku untuk kebahagiaan mereka…
di saat manusia memerlukan pemberat amal bagi nya…
kuingin menjadi pemberat pahala kebaikan bagi kedua orang tuaku
bagi bapak dan ibuku …
sedikitpun aku tak pernah berpikir untuk mengecewakan hati mereka…
karena merekalah .. perantara-Mu untuk mengenal-Mu
untuk mengenal islam , mengenal iman, dan mengenal ilmu…
Kau ajarkan pada mereka ketulusan …
kau tancapkan dalam hati mereka keikhlasan
ketulusan untuk mengajarkan kepadaku arti kebahagiaan
kebahagiaan sejati , kebahagiaan ketika aku menghadap-Mu…
mereka telah mengajarkan kepadaku …
bagaimana bersyahadat atas-Mu dan Rasul-Mu
dan juga bagaimana sholat dan sujud menghadap-Mu
dan juga bagaimana menyampaikan keluh kesahku kepada-Mu
dalam setiap takdir yang Engkau berikan kepada-Ku…
mereka telah mendidikku ..
dengan ketulusan
dengan keikhlasan
dengan ketawadhu’an
tanpa menghadap pamrih siapapun kecuali Engkau
ya Allah …
Hapuskanlah segala dosa, kesalahan, dan kekhilafan bapak ibuku…
Mudahkanlah urusan dunia akhirat mereka
beratkanlah timbangan kebaikan mereka
masukkanlah mereka … kedalam golongan kanan-Mu..
dan kumpulkanlah aku,
seseorang manusia lemah .. bersama bapak ibuku dalam ridho-Mu
dalam kesejukan jannah Firdaus-Mu
bersama orang-orang Shalih ..
bersama para Nabi-Mu
bersama hamba-hamba-Mu yang selalu bersyukur dan bersabar …
atas segala takdir mu …
Berilah aku kesempatan …
menjadi anak yang shalih …
anak yang selalu menjadi cahaya bagi kedua orang tuaku…
baik di dunia maupun di akhirat …
takkan cukup do’aku kan membalas pengorbanan bapak ibuku
namun, berikanlah aku kesempatan untuk menjadi kunci Syurga bagi mereka …
jauhkan mereka dari api neraka
jauhkan mereka dari kehinaan dunia akhirat …
jauhkan mereka dari fitnah dunia dan akhirat …
ya Allah … masih panjang rangkaian do’aku untuk mereka
takkan cukup tulisan ini untuk menggambarkan dalamnya cintaku untuk mereka
namun, jadikanlah tulisan ini sebagai salah satu saksiku di akhirat nanti
yang menjadi bait-bait doa untuk mereka …
Ya Allah yang Maha Keras Siksa-Mu
jauhkanlah kami dari fitnah kubur dan fitnah dunia akhirat
jauhkanlah kami dari siksa-Mu yang maha dahsyat
jauhkanlah kami dari kehinaan dunia akhirat
jauhkanlah kami dari kelalaian untuk mengingat-Mu
Mengingat-Mu di setiap nafas kami
di setiap aktivitas kami
di setiap kesibukan kami
di setiap waktu kami …
Ku ingin menghadap-Mu dalam keadaan terbaik
mati syahid fi Sabilillah …
kabulkanlah ya Allah …
berilah hamba yang lalai ini kesempatan
kesempatan untuk menghadap-Mu
menghadap-Mu dengan penuh senyuman dan kebahagiaan
Amiin ya Rabbal ‘Alamiin…
Sekian renungan malam kita pada kesempatan ini. Semoga menjadikan kita insan yang lebih baik. Semoga Allah Swt mengabulkan segala do’a dan cita-cita kita. Semoga kebaikan dan keridhaan Allah menyelimuti hari-hari kita, amiin yaa rabal alamin.
PEMBATALAN HASIL PEMILU 1991 DAN DAMPAKNYA TERHADAP TERCIPTANYA KONFLIK
BERSENJATA DI ALJAZAIR
-
Eldhianto Maulana Jusuf 07/254148/SP/22202 M Reza Zafiruddin S.
08/265267/SP/22667 Muhamad Rizki Akbar 09/282584/SP/23517 Nadya Primahafni
A 09/280412/SP/2...
15 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar